Tembok Penahan Kali Toundao Tergerus Banjir Dua Rumah Warga Terancam.
Rote Ndao-Gaharunews,Com-Longsor terjadi di bantaran Kali Toundao, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, 2 rumah warga dan satu jembatan darurat terancam di saat banjir besar.
Selain itu, sekitar puluhan meter bantaran Kali Toundao terbawa banjir membuat dua rumah warga terancam tergerus arus di saat banjir besar di hari-hari berikut.
Menurut Fiktor Tallan, seorang warga yang rumahnya terancam kalau ada banjir ulang," kata Fiktor saat ditemui di lokasi longsor di bantaran Kali Toundao, kamis (5/12/2024).
Fiktor juga menyebutkan, hampir 50 meter tembok penahan kali ikut tergerus oleh aliran kali tersebut, sehingga ia meminta kepada pemerintah segera atasi.
Ia berharap ada upaya penanganan jangka panjang dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk membangun turap di sepanjang bantaran Kali Toundao agar peristiwa longsor tidak meluas.
"Dari pinggir rumahnya sampai jembatan (pinggiran kali) ada 50 meter yang terkena. Kami warga berharap agar pemerintah segera melanjutkan pemancangan di Kali Toundao ini, terutama yang ada di belakan rumah saya," ungkapnya.
Sementara itu Lurah Namodale,Agus Ndolu menuturkan, longsor bantaran Kali Toundao sudah sering terjadi. Namun, dalam beberapa hari terakhir kondisi makin parah.
Bahkan, kata Agus, pihak kelurahan bersama tim dari dinas bencana Alam ( BPBD ) kabupaten Rote Ndao sudah turun ke lokasi bencana jadi dua rumah terancam kalau tidak segera di tangani pemerintah.untuk penanganan sementara dengan menggunakan karung dan bambu agar kondisi tanah tidak mudah tergerus air.
"Agus juga menghimbau, agar warga waspada. Kalau memang sudah terancam, sebaiknya jangan ditempati. Informasinya, tanah terus tergerus dan semakin melebar. Jadi, bagi warga yang masih menempati wilayah di sekitar lokasi, jika terancam, diharapkan untuk meninggalkan rumah. Namun, jika tetap menempati, harus tetap waspada agar tidak terjadi longsor, terutama saat tidur," ujar.
**( Rudi Mandala )**









