H-3 Pilkada Puluhan KTP Masyarakat Di Ambil Oleh Salah Oknum Tampa Alasan Tepat

 


Rote Ndao-Gaharunews,Com-Diduga salah satu oknum di Desa Pepela,kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, terpantau warga saat sedang bergerilya ke rumah warga di Dusun Tanjung,Desa Pepela meminta KTP warga Tampa alasan di Hamin 3 menjelang pilkada, Senin  (25/11/2024).


Diduga tindakan oknum tersebut mencederai pilkada bersih dan damai. Pasalnya,di duga oknum tersebut salah satu timses dari calon yang akan berkontestasi di pilkada 2024 kabupen Rote Ndao mulai bergerilya ke rumah warga minta KTP.


Tindakan tim sukses salah satu pasangan calon Bupati dan wakil Bupati yang akan berkompetisi di pilkada kabupaten Rote Ndao diduga mulai berlaku curang untuk merugikan paket lain.


informasi yang dihimpun media ini diduga oknum timses tersebut sudah mengambil puluhan KTP ucap salah satu warga Pepela yang enggan namanya di sebut.


“untuk memastikan informasi tersebut media menemui warga yang KTP nya di ambil oleh Ashar.


Iskandar Gimbang,Salah satu Kepala keluarga saat di temui Media pada, Senin 25/11/24 sekitar pukul 10:15 WITA di kediamanya, kepada media mengatakan bos Ashar mendatangi Anak saya yang bernama Herlina Gimbang dan minta KTP kami seisi rumah sebanyak 5 KTP dengan berbagai janji manis


Saat singgung, janji manis media pertanyakan apa saja yang di janjikan oleh oknum tersebut.


“Kalau soal itu kami tidak bisa menyampaikan, dan kami yakin cepat atau lambat masyarakat akan tau ,” bebernya.


Di waktu terpisah media konfirmasi Ashar Sarabiti lewat telpon seluler, Ashar mengakui KTP tersebut saya ambil.


Lanjut media mempertanyakan pak Ashar ambil KTP masyarakat untuk apa, Ashar menjawab saya ambil KTP dengan tujuan mengecek nama-nama tersebut ada dalam daftar pemilih tetap ( DPT ) atau tidak.


Media kembali bertanya pak Ashar kapasitas di desa sebagai apa sehingga mengambil KTP masyarakat, jawaban Ashar kepada media kapasitas saya di dalam desa sebagai masyarakat biasa.

Kembali Ashar mengatakan kepada media KTP tersebut saya sudah kembalikan pada masyarakat pada pukul 9 pagi, dari pengakuan tersebut patut di curigai karna media menemui warga yang mempunyai KTP pada pukul 10:15 WITA mereka mengatakan KTP mereka pak Ashar belum kembalikan.

Sehingga dari dalil-dalil tersebut Bawaslu Rote Ndao, harus menelusuri lebih mendalam terkait persoalan ini

Dari dalil-dalil tersebut media tindaklanjuti konfirmasi ke badan pengawas pemilu (Banwaslu) Rote Ndao, dikonfirmasi mengenai hal tersebut boleh atau tidak dan melanggar apa tidak secara aturan yang ada.


Ketua Banwaslu Rote Ndao, Demsy Toulasik menjelaskan Kalau,terkait informasi tersebut Bawaslu tentunya Akan Lakukan Pengawasan lebih Ketat untuk Masa tenang ini, tentunya dari Isu-isu yang berkembang dan hasil laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran Pilkada.


“Dari dugaan Pelanggaran yang kita dapat akan kita lakukan penelusuran guna mencari titik terang kejadian sebenarnya hingga bisa di lakukan penangan sesuai Peraturan per undang-undangan atau bisa kita lakukan pencegahan supaya tidak terjadi Pelanggaran,” tegasnya.


Lebih lanjut menurut ketua Bawaslu Demsy Toulasik mengatakan, bahwa tiap pelanggaran yang dilakukan tentu ada saksi bahkan sampai ke sangsi pidana jika terbukti.


“intinya dalam Pilkada ini yang memberi dan Menerima bisa sama-sama di Pidana, jadi masyarakat harus tau hal itu,” timpalnya.


Iya juga menghimbau kepada masyarakat Agar menolak segala Iming-iming yang di janjikan tim atau pasangan calon agar terhindar dalam pelanggaran Pilkada dan Sanksi Pidana.


“Undang – undang sangat jelas mengatur tentang hal itu, kita berharap masyarakat tidak mudah dibuai dengan janji yang ujungnya berakibat pada sangsi pidana,” tuturnya.( Tim )


Postingan populer dari blog ini

11 Tokoh Adat/Tokoh Masyarakat Nyatakan Sikap Untuk Mendukung Paket Ita Esa

Management PT Bo'a Development Tidak Pernah Melarang Masyarakat Menuju Ke Pantai

Kasus Penganiayaan Seorang Pelajar Di Desa Batefalu Polisi Periksa Dua Saksi.