Masyarakat Desa Lidabesi Mengeluh Bantuan Dari DD Terkesan Untuk Aparat Desa Dan Tak Transparan.
Rote Ndao-Gaharunews,Com-Warga Desa Lidabesi, Kecamatan Rote Tenggah,Kabupaten Rote Ndao komplein, berbagai Bantuan dikucurkan Pemerintah Desa guna membantu masyarakat yang perekonomiannya menurun drastis. Salah satunya Bantuan untuk Pertanian yang bersumber dari Dana Desa ( DD).
Sasaran dari bantuan Mesin Motor Air, kawant duri, Pompa tengki spayer dan Hentraktor sendiri merupakan bagi warga petani yang benar-benar membutuhkan.
Namun, berbeda halnya dengan apa yang dialami oleh sebagian Warga Desa Lidabesi Kecamatan Rote Tenggah. Hingga bantuan tersebut telah disalurkan, di peruntukan pada aparat Desa.
Bahkan, diduga Fans Daik dapat bantuan motor air tahun anggaran 2022 dan saat ini 2024 dapat lagi.
Dan juga kaur umum berinisial (ES)dua kali dapat motor air.
Hal ini masyarakat menilai pemerintah Desa pilih kasih, dan tidak menjalankan mekanisme penyaluran sesuai dengan Permendesa PDTT No.6 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendesa No.11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.
Salah seorang warga Desa Desa Lidabesi Ferdy Fanggidae yang berhasil ditemui oleh Gaharunews Com di kediamannya, Rabu (4/09/2024) menyampaikan, hingga kini dirinya tidak mengetahui alasan apa sehingga bantuan timpan tindi untuk aparat desa.
“Saya petani Hortikultura, dan sekarang saya sangat membutuhkan motor air.” Ungkap Ferdy
“Orang yang kehidupannya serba berkecukupan justru dapat bantuan, ini kan aneh dan sangat tidak adil. Silahkan dari aparat hukum (APH) dan PJ Bupati Rote Ndao cek sendiri kerumah para penerima bantuan tersebut untuk tindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku” Tambahnya lagi
Dirinya juga mengeluhkan tidak adanya informasi maupun sosialisasi dari pihak Pemerintah Desa Lidabesi terkait jenis-jenis bantuan yang akan diberikan kemasyarakat.
“Sampai saat ini kami tidak tahu menahu bantuan seperti apa, motor air yang bagaimana dan kriterianya apa saja. Eh, tiba-tiba bantuan sudah ada, dan setelah dicek kami tidak masuk sebagai penerima.” Tutur Ferdy
Begitupun dengan Kris Pelokila yang juga merupakan warga Desa Lidabesi kepada Gaharunews,Com Kris mengatakan, sampai saat ini tidak mengetahui apa saja mekanisme maupun kriteria untuk bisa mendapatkan Bantuan tersebut.
“Pemdes seakan-akan menutup diri dengan bantuan ini, bahkan pasif soal keluhan-keluhan masyarakat. Untuk Bantuan ini saya dengar harusnya ada yang mendata.” Imbuhnya
Diakhir penyampaiannya Kris meminta Pemdes, BPD, sampai ketingkat Kepala Dusun untuk betul-betul bekerja dan memperhatikan masyarakatnya.
“Pemdes harus benar-benar bekerja, terutama soal transparansi anggaran kepada masyarakat, dan bagaimana merespon cepat keluhan dari masyarakat Desa Lidabesi. BPD juga harus lebih mengawasi kinerja Kepala Desa, jangan sampai BPD hanya menjadi seperti bawahan Kepala Desa. BPD itu Lembaga yang justru mengawasi kinerja Kepala Desa, dan menyampaikan keluhan kami ke Pemerintah Desa.” Tutupnya
Hingga berita ini di turunkan PJ Desa Lidabesi belum berhasil di konfirmasi.
(RM)
